Selamat Datang di Blog Balung Craft, Kerajinan asli Wong Jember
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Balung CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Balung CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Jenis Produk Balung Craft Alat pijat kayu AKAR STIGI Nusa Barong Natural alami motif 10, ini kami jual dengan harga eceran :
Rp.150,000 ,- / satuan
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : APKSNB10
Berikut ini adalah foto produk kerajinan khas yang di produksi oleh team kreatif Balung CRAFT dan untuk melihat foto satu persatu siilahkan pelajari gambar di bawah ini dengan menggeser pada scroll yang tersendia.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Untuk melihat dan mempelajari terkait dengan artikel produkanda dapat menyimak tulisan di bawah ini.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
KAYU STIGI
Stigi atau Drini (Pemphis acidula) Kayu Bertuah Nasional
Stigi, Setigi, Santigi, atau Drini (Pemphis acidula) menjadi salah satu
pohon dan kayu yang diyakini memiliki tuah (kekuatan gaib). Bahkan diantara
kayu-kayu bertuah lainnya semisal Dewandaru, Nagasari, dan Pulai, Stigi
dianggap sebagai Raja Kayu Bertuah. Wajar jika kemudian tumbuhan semak pesisir
bernama stigi atau centigi ini dijadikan jimat dan penyerap racun sehingga
terkenal di kalangan pelaku metafisika.
Selain tenar dan dianggap memiliki kekuatan ghaib oleh kalangan
metafisika, Stigi (Pemphis acidula) juga menjadi tanaman favorit pencinta
bonsai. Karakteristik batang, percabangan, daun, bunganya, dan daya tahan
tanaman menjadikan Santigi sebagai bahan bonsai berkelas mahal.
Kayu dan pohon Stigi dikenal dengan berbagai nama lokal. Nama-nama lokal
itu antara lain Centigi, Cantinggi, Drini, Kastigi, Mentigi, Setigi, Sentigi,
Santigi, dan Santiki. Nama latin tumbuhan bertuah ini adalah Pemphis acidula
J.R. Forst. & G. Forst. Nama ini memiliki beberapa nama sinonim seperti
Lythrum pemphis L., Mangium porcellanicum Rumph., Melanium fruticosum Spreng.,
Pemphis angustifolia Roxb., dan Pemphis setosa Blanco. Penamaan tumbuhan ini diambil
dari kata “Pemphis” (Yunani), yang berarti “bengkak”, yang mengacu pada buahnya
saat matang; dan kata “acidula” (Latin), yang berarti masam, yang merujuk ke
rasa daunnya.
Mengenal Stigi (Pemphis acidula)
Pohon Setigi atau Drini (Pemphis acidula) merupakan tumbuhan perdu yang
tumbuh di daerah pesisir berkarang, berbasir, atau di tepi hutan mangrove.
Tumbuh di daerah beriklim tropis yang tersebar luas di pesisir Asia Selatan
yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan
Srilanka. Juga hidup di Pesisir Australia bagian utara, Papua Nugini, Kepulauan
Solomon, Mikronesia, Fiji, Guam, Kaledonia Baru, dan Palau. Pun di Afika Timur
seperti Maladewa , Mozambik , Tanzania, dan Seychelles.
Pohon Stigi atau Santigi mempunyai tinggi rata-rata 4 meter, meskipun di
beberapa kondisi bisa mencapai hingga 10 meter. Batang berkelok dan
bengkok-bengkok dengan percabangan yang tidak teratur. Kulit batang berwarna
abu-abu hingga coklat tua dan bersisik (pecah-pecah). Daun tunggal dan tumbuh
bersilangan. Berwarna hijau pucat, berdaging tebal, berbentuk elips atau
lonjong bulat telur dengan panjang 1-3 cm dan lebar 0,3-1 cm.
Bunga Stigi berwarna putih atau merah muda keputihan dengan diameter
antara 0,7 – 1,0 cm yang tumbuh di ketiak daun. Mahkota bunga terdiri atas 6
kuntum sedangkan kelopak bunga terdiri atas 12 helai. Buah Centigi kecil dengan
diameter sekitar 0,3 – 0,5 cm, berwarna hijau dengan permukaan buah berambut.
Buah memiliki banyak biji yang berukuran sangat kecil.
Bagi ahli metafisika, kayu setigi merupakan “Rajanya Kayu Bertuah” yang
memiliki energi metafisika yang kuat dengan berbagai manfaat magis. Khasiat
magis tersebut antara lain untuk menangkal ilmu hitam (santet, tenung, dan
guna-guna) dan segala daya negatif lainnya, meningkatkan kewibawaan dan
kharisma pemakainya, memberikan kekuatan tubuh dan kekebalan, media pengasihan,
melumpuhkan orang yang berniat jahat, serta menyerap berbagai bisa dan racun
binatang. Untuk memanfaatkan tuah dan khasiatnya, kayu Setigi dibuat menjadi
berbagai aksesoris seperti tasbih, cincin dan batu cincin (akik), gelang,
gagang tongkat, gagang dan sarung senjata (seperti keris), sabuk, hingga pipa
rokok.
Kekuatan energi yang dipunyai kayu Stigi (Mentigi) tergantung pada
daerah asal kayu (pohon), cara pengambilan, dan orang yang mengambilnya. Bagi
para pelaku metafisika, kayu stigi dibedakan menjadi dua yaitu Stigi Laut
(tumbuh di tepi laut) dan Stigi Daratan. Konon, kayu Stigi yang berasal dari
Kepulauan Karimunjawa memiliki khasiat dan kualitas terbaik.
Selain manfaat dari aspek magis dan supranatural, kayu Setigi dipercaya
juga bisa menjadi obat herbal alternatif. Kayunya, dengan berbagai cara,
berkhasiat sebagai pereda sakit, menyembuhkan reumatik, bahkan menringankan
gejala kanker. Namun manfaat-manfaat klinis ini masih memerlukan kajian yang
mendalam.
Pemanfaatan lainnya dari pohon Stigi atau Drini (Pemphis acidula)
adalah untuk bahan membuat bonsai. Karakteristis tumbuhan, mulai dari
akar, batang, percabangan, daun, bunganya yang khas, ditambah dengan daya tahan
tumbuhan dan pertumbuhannya yang lambat menjadikan Setigi menjadi tanaman
favorit di kalangan pencinta bonsai. Tak ayal bonsai dari tanaman Centigi ini
memiliki harga yang sangat mahal.
Namun kepercayaan kayu Setigi sebagai kayu bertuah dan penggunaannya
sebagai tanaman bonsai telah meningkatkan perburuan dan jual beli pohon Setigi
baik dalam kondisi hidup maupun kayu batangnya.
Perburuan liar ini telah membuat tumbuhan ini semakin langka, bahkan
punah di berbagai habitat aslinya. Meskipun daerah sebaran tumbuhan ini sangat
luas, namun dengan pertumbuhannya yang lambat serta maraknya perburuan, IUCN
Redlist memperkirakan telah terjadi penurunan populasi secara global mencapai
21 % dalam 25 tahun terakhir. Karena itu, oleh IUCN Redlist, Setigi (Pemphis
acidula) dikategorikan dalam status keterancaman “Least Concern” (Berisiko
Rendah).
Klasifikasi Ilmiah Setigi. Kerajaan : Plantae. Divisi : Tracheophyta.
Kelas : Magnoliopsida. Ordo : Myrtales. Famili : Lythraceae. Genus : Pemphis.
Spesies : Pemphis acidula J.R. Forst. & G. Forst.
Kayu, Kegunaan & Daya Yang Dipunyainya.
Dikalangan masyarakat kita, terutama yang ada di Pulau Jawa, ada yang
mempunyai keyakinan bahwa untuk beberapa jenis kayu tertentu, ada yang memiliki
daya gaib dan khasiat tertentu. Asal kayu tersebut bisa saja karena berasal
dari pohon atau kayu bekas tempat keramat atau yang dikeramatkan seperti makam
leluhur, para Wali atau karena langka, susah mendapatkannya atau bisa juga
karena memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki kayu lain.
Derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata
cara pengambilannya yang kadangkala memerlukan sesajian. Selain itu gambar yang
ada pada kayu karena proses alam atau pembusukan atau penyakit pohon kadangkala
diyakini memiliki pengaruh gaib juga, contohnya Pelet Kendhit pada warangka
keris dari kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka
tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai.
Ternyata kepercayaan ini terdapat juga dibeberapa suku bangsa lain,
bukan hanya bangsa kita saja.Dengan mengacu beberapa sumber, antara lain : Drs.
Budihardono, Ir. Bambang W.B. , R. Oesodo, Ir. Wibatsu HS dan sumber lainnya
diuraikan dibawah. Beberapa jenis kayu yang secara tradisional dianggap
bertuah. Penyertaan nama latin untuk menambah informasi mengenai jenis kayu
tersebut. Untuk beberapa nama latin yang dirasa kurang tepat diberi tanda (?).
Keajaiban Mistis Kayu Stigi
Kayu Stigi adalah kayu yang banyak masyarakat kenal sebagai kayu dengan
kekuatan magis. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjulukinya sebagai Raja
Kayu bertuah. Kayu stigi ini mempunyai ciri – ciri keras, kuat dan juga
dinamis. Kayu stigi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu stigi laut dan stigi
darat.
Pohon stigi laut tumbuh dengan baik di daerah pantai, warna dari pohon
ini adalah coklat tua. Ada keanehan terdapat pada pohon ini yaitu setiap kayu
dari pohon stigi laut ini, apabila disentuh dengan tangan, warna kayunya akan
semakin tua dan menghitam. Pohon stigi yang masih muda mempunyai warna kayu
putih kekuningan, namun seiring umur pohon bertambah maka akan berubah menjadi
coklat tua.
Saudara dari stigi laut adalah stigi darat, warna dari stigi darat ini
lebih gelap dan akan semakin gelap jika dihimpit oleh benda – benda keras.
Stigi darat mempunyai tekstur yang lebih kasar dengan pola warna yang tidak
merata. Biasanya stigi darat hidup didaratan yang tandus dan berbatu, karena
habitatnya yang keras dan terus diburu maka stigi darat lebih langka daripada
stigi laut.
Stigi darat saat ini masih dapat ditemui di pulau Bengkoang dan pulau
Kembar yang terletak di gugusan kepulauan Karimun Jawa, Jepara. Bahkan sampai
saat ini Jepara masih menjadi penghasil stigi terbaik di Indonesia.
Baik stigi darat dan stigi laut mempunyai ciri – ciri kayu yang akan
tenggelam jika dimasukkan kedalam air. Meskipun dalam ukuran yang sangat kecil,
kayu stigi akan tetap tenggelam sampai dasar. Bahkan jika ditenggelamkan di air
laut, kayu penuh mistis ini tetap tenggelam. Kayu stigi dipercaya dapat
menyembuhkan berbagai jenis racun, salah satunya adalah racun bisa ular.
Jika sesorang tergigit ular, bekas gigitan ular tersebut ditempelkan
kayu stigi dan kayu bertuah tersebut akan menghisap segala bisa dan racun ular
sampai habis. Setelah bisa ular tersebut tersedot seluruhnya, kayu stigi yang
ditempelkan akan lepas dengan sendirinya.
Kayu stigi ini dipercaya akan menjadi pelindung dan pembangkit kekuatan
spiritual jika dipegang oleh orang – orang dengan kelakuan baik. Apakah kamu
salah satu orang yang percaya dengan khasiat dari kayu stigi? Demikian
informasi dari kayu stigi, semoga dapat bermanfaat.
Berikut ini ada beberapa penjelasan terkait dengan Kayu Stigi :
KAYU STIGI
Kayu ini juga biasa disebut
sebagai kayu kastigi, juga biasa disebut dengan nama kayu Sulaiman. Kayu ini
banyak terdapat tuahnya dan pohonnya banyak terdapat di daerah dekat dengan
pantai. Biasa tumbuh di daerah yang berkapur dan banyak tumbuh di daerah
pegunungan tergantung pada jenisnya. Daun yang ada pada pohon ini hampir mirip
dengan daun sawo atau daun duren. Berwarna hijau dan pada ujungnya berwarna
merah tembaga.
Pada dasarnya kayu ini mempunyai
sifat perempuan, dalam artian kayu ini tidak baik jika dibawa oleh perempuan.
Karena kayu ini membawa pengaruh pencacrian jodoh yang sulit dan bersifat
berangasan (nakal). Jika kayu ini digunakan untuk memukul lawan, maka akan
pingsan seketika dan setelah pingsan hendaklah tidak dipukul lagi karena bisa
berakibat fatal.
Kayu ini mempunyai jenis yang
beragam. Jenis yang biasa ditemukan adalah jenis yang berwarna kemerah- merahan
dan dalam waktu yang lama akan berubah menjadi hitam. Jenis lainnya dalah yang
warnanya agak terang, dan dalam waktu lama akan berubah menjadi coklat tua. Di
dasar laut terdapat jenis stigi yang bernama stigi laut. Kayunya berwarna hitam
dan daunnya mirip dengan daun rumput laut (mirip dengan lotrok laut). Pada kayu
stigi jenis ini terdapat bintik- bintik lembut pada permukaan laut.
Jika kayu ini tidak benar- benar
halus, maka keberadaan bintik- bintik putih ini tidak akan tampak. Konon stigi
yang berwarna biru belum ada yang memiliki karena merupakan salah satu jenis
kayu pusaka yang dilindungi oleh Ratu Kidul. Hingga keberadaannya sulit untuk
bisa diketahui apalagi untuk ditemukan. Kayunya berwarna biru meskipun sudah lama
disimpan dan warnanya tidak pernah pudar.
Pada dunia pengobatan alternative herbal serta pengobatan
supranatural kayu setigi ini sering digunakan semenjak dahulu karena dpercaya
memiliki khasiat. Kayu stigi umumnya memiliki serat keras serta anti hama, unik
dan langka serta khasiat alamiahnya yang membuat kayu setigi menjadikan kayu
stigi bertuah pada kelas atas.
Pohon kayu setigi ini termasuk dalam kategori kayu langka
mengingat kayu tersebut saat ini sulit dijumpai di alam bebas. Pohon setigi
tumbuh lambat karena pada kurun waktu 5 hingga 10 tahun diameternya hanya
bertambah 5 hingga 10 cm saja serta hanya bertambah tinggi kurang lebihnya 1
hingga 2 meter. Kayu setigi memiliki batang yang berkelok dengan serat keras
yang melebihi tingkat kekerasan kayu
Kayu stigi yang asli akan tenggelam jika di masukkan ke dalam
air meskipun hanya dalam ukuran kecil, kayu setigi sudah berusia tua hingga
ratusan tahun serbuk kecilnya juga dapat tenggelam jika di taruh di dalam air.
Salah satu kelebihan alami khasiat kayu stigi ini
adalah dapat mengobati gigitanserangga dan juga hewan berbisa.
Caranya cukup mudah hanya denga ditempelkan pada bagian yang
terkena gititan, setelah beberapa saat bisa racun nantinya akan berkurang
terhisap oleh kayu bertuah stigi. Cara
tersebut konon sudah digunakan oleh orang kuno untuk mengobati korban yang
terkena gigitan ular berbisa.
BERSAMBUNG ........
berbagai artikel
GARANSI KEASLIAN DARI MANAGEMENT TEAM BALUNG CRAFT TENTANG BAHAN BAKU PRODUK INI BERLAKU
JIKA TERNYATA BARANG TIDAK ASLI MAKA SELAMANYA BISA DI RETUR DAN UANG KEMBALI 100%
salam
"Balung CRAFT"
Handicraft asli wong Jember
Handicraft asli wong Jember






















0 Tanggapan:
Posting Komentar