Selamat Datang di Blog Balung Craft, Kerajinan asli Wong Jember
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Balung CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Salam sukses selalu untuk kita semua, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dimudahkan rezeki serta kemudahan dalam segala hal di kehidupan ini atas kehendakNya. Amin. Kali ini kami sajikan produk terbaru dari team kreatif Balung CRAFT online offline mempersembahkan sebuah produk .
Jenis Produk Balung Craft Alat pikat kayu SONOKELING model roda 04, ini kami jual dengan harga eceran :
Rp.10,000,- / satuan
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : APKSMR04
Berikut ini adalah foto produk kerajinan khas yang di produksi oleh team kreatif Balung CRAFT dan untuk melihat foto satu persatu siilahkan pelajari gambar di bawah ini dengan menggeser pada scroll yang tersendia.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
Untuk melihat dan mempelajari terkait dengan artikel produkanda dapat menyimak tulisan di bawah ini.
Untuk melihat program, promo, potongan harga bagi reseller serta tata cara pemesanan hingga indentitas, nomor telephone serta nomor rekening resmi dari management Makrifat Business anda dapat mempelajari dibawah ini.
KAYU SONOKELING
Sonokeling (Dalberga
latifolia) merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan yang selain baik
untuk penghijauan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena kayunya
tergolong kayu keras dan indah.
Keindahan sonokeling dapat terlihat dari teksturnya, sehingga
kayu ini banyak dimanfaatkan untuk perlengkapan rumah, baik untuk lantai maupun
furnitur.
AWET DAN TAHAN RAYAP
Sonokeling termasuk ke dalam kayu keras
dengan bobot sedang hingga berat. Berat jenisnya antara 0,77-0,86 pada kadar
air sekitar 15%. Teksturnya cukup halus, dengan arah serat lurus dan kadang
kala berombak. Kayu ini juga awet, tahan terhadap serangan rayap kayu kering
dan sangat tahan terhadap jamur pembusuk kayu.
Kayu
terasnya berwarna coklat agak lembayung gelap, dengan coreng-coreng coklat
sangat gelap hingga hitam. Kayu gubal berwarna keputih-putihan hingga
kekuningan, 3-5 cm tebalnya, terbedakan dengan jelas dari kayu teras.
Pada proses olahan, kayu sonokeling agak
sukar dikerjakan dengan tangan, namun sangat mudah dengan mesin. Kayu ini dapat
diserut sehingga permukaannya licin dan dapat pula dikupas dan diiris untuk
membuat venir dekoratif. Kayu ini juga dapat dibubut, disekerup dan dipelitur
dengan hasil yang baik. Namun, kayu ini sukar diberi bahan pengawet.
BIBIT DARI AKAR TUA
Budidaya pohon Sonokeling relatif mudah.
Bibit pohon ini bisa didapat dari akar pohon Sonokeling yang sudah tua.
Biasanya, akar pohon yang sudah berusia puluhan tahun akan tumbuh tunas-tunas
baru. Kemudian tunas dipisahkan dari induk akar dan didiamkan sekitar dua
minggu.
Setelah itu, tunas bisa ditanam di
polybag dan akan tumbuh besar nantinya. Setelah berukuran sekitar 30 centimeter
hingga 1 meter, tunas sudah bisa dijadikan bibit dan ditanam di lahan
perkebunan.
Ketika akan ditanam, unsur hara di tanah
harus sudah lengkap. Untuk itu tanah harus digemburkan terlebih dahulu dan
diberi pupuk kompos. Supaya tumbuh maksimal, jarak tanam antar pohon sekitar 2
x 2 m – 2 x 3 m. Dengan begitu, pertumbuhan pohon tidak terganggu pohon lain
dan batangnya bisa lurus. Pada masa awal tanam, pohon Sonokeling masih
membutuhkan pemupukan intensif.
Selama satu hingga dua tahun pertama,
tanaman sebaiknya diberi pupuk dua minggu sekali. Setelah itu, pemupukan cukup
dua kali setahun, yakni menjelang musim hujan dan menjelang musim kemarau.
Pola pemupukan terus dilakukan selama
bertahun-tahun, hingga pohon siap dipanen. Jika menginginkan kayu yang sangat
keras dan kokoh, pohon sonokeling bisa ditebang pada usia 20 tahun hingga 50
tahun.
BISA DIPANEN LEBIH DARI SEKALI
Setelah pohon tua ditebang, akarnya
jangan dicabut. Pasalnya, pada bagian akar itu nanti banyak tumbuh tunas baru
yang bisa dijadikan calon bibit. Akan lebih baik jika akar ini dijadikan induk
yang akan terus menghasilkan tunas baru. Namun, bagi Anda yang belum
memiliki pohon indukan berusia tua, maka alternatif paling mudah bisa dengan
membeli bibit di pasar.
Saat ini para pembudidaya sonokeling ada
yang memanen pada usia sekitar lima tahun. Namun, harga jualnya lebih murah
karena usia kayunya lebih muda. Menariknya, pohon yang sudah dipanen saat usia
lima tahun itu masih bisa tumbuh lagi untuk dipanen kedua kalinya. Setelah itu,
umumnya pohon tidak tumbuh lagi.
Ada dua hal yang perlu diperhatikan
dalam budidaya pohon Sonokeling ini. Pertama, pohon sebaiknya ditanam di lahan
dengan ketinggian di bawah 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain itu,
gulma dan tanaman pengganggu yang ada di sekitar pohon harus rajin dibersihkan.
Terutama pada masamasa awal pertumbuhan hingga pohon berukuran 8 meter.
TUMBUH LIAR DI HUTAN-HUTAN JAWA
Pohon Sonokeling berukuran sedang hingga
besar dengan tinggi 20-40 m dengan gemang mencapai 1,5-2 m. Tajuk lebat
berbentuk kubah, menggugurkan daun. Pepagan berwarna abu-abu kecoklatan,
sedikit pecah-pecah membujur halus. Daun majemuk menyirip gasal, dengan 5-7
anak daun yang tak sama ukurannya, berseling pada porosnya.
Anak
daun berbentuk menumpul (obtusus) lebar, hijau di atas dan keabu-abuan di sisi bawahnya.
Bunga-bunga kecil, 0,5-1 cm panjangnya, terkumpul dalam malai di ketiak. Buah
polong berwarna coklat, lanset memanjang, meruncing di pangkal dan ujungnya.
Berisi 1-4 butir biji yang lunak kecoklatan, polong tidak memecah ketika masak.
Di Indonesia, sonokeling hanya didapati
tumbuh liar di hutan-hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian di bawah
600m dpl., terutama di tanah-tanah yang berbatu, tidak subur, dan kering secara
berkala. Tumbuh berkelompok, namun tidak terlalu banyak, di hutan-hutan musim
yang menggugurkan daun-daunnya di waktu kemarau.
MENYUKAI TANAH DALAM DAN LEMBAP
Sebaran alami sonokeling lainnya adalah
anak benua India, mulai dari kaki Pegunungan Himalaya hingga ujung selatan
semenanjung, terutama di hutan-hutan monsun yang kering di wilayah-wilayah
Karnataka, Kerala, dan Tamil Nadu, di Ghats Barat.
Meskipun demikian, tumbuhan ini hidup
baik di daerah dengan curah hujan antara 750 – 5.000 mm pertahun, di atas aneka
jenis tanah, walau lebih menyukai tanah-tanah yang dalam dan lembap, yang
memiliki drainase baik.
Sonosiso
(Dalbergia sissoo Roxb. Ex Benth.) adalah kerabat dekat sonokeling yang menghasilkan kayu yang
hampir serupa kualitasnya. Dalam perdagangan dikenal sebagai kayu sonosissoo
atau secara umum dimasukkan ke dalam kelompok rosewood.
Marga Dalbergia sendiri meliputi lebih kurang 100 jenis, yang menyebar di
kawasan tropika dan ugahari di semua benua. Sebagian besar jenis (70 spesies)
didapati di Asia, dengan pusat keanekaragaman di sekitar Himalaya. Kebanyakan
berupa perdu atau liana berkayu, sebanyak 18 jenisnya berupa pohon yang
menghasilkan kayu yang berharga.
Klasifikasi
Ilmiah Sonokeling
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Faboideae
Genus: Dalbergia
Spesies: Dalbergia latifolia
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Faboideae
Genus: Dalbergia
Spesies: Dalbergia latifolia
BERSAMBUNG ........
berbagai artikel
GARANSI KEASLIAN DARI MANAGEMENT TEAM BALUNG CRAFT TENTANG BAHAN BAKU PRODUK INI BERLAKU
JIKA TERNYATA BARANG TIDAK ASLI MAKA SELAMANYA BISA DI RETUR DAN UANG KEMBALI 100%
salam
"Balung CRAFT"
Handicraft asli wong Jember
Handicraft asli wong Jember







































0 Tanggapan:
Posting Komentar